Text
Implementasi Gateaway Battery Management System Berbasis Arsitektur Master-Slave pada 3 Battery Pack Lithium Ferro Phosphate (LFP)
Kendaraan listrik membutuhkan tegangan sistem traksi sekitar 400 V yang setara dengan susunan sekitar 125 sel Lithium Ferro Phosphate (LFP) secara seri, sementara BMS komersial umumnya hanya mendukung konfigurasi hingga 24 sel seri. Kesenjangan ini mendorong perlunya arsitektur Gateway BMS berbasis Master-slave yang mampu memantau beberapa pak baterai secara terpusat. Penelitian ini mengimplementasikan sistem tersebut menggunakan tiga unit BMS Daly yang dirangkai dalam konfigurasi 8S1P (6 Ah) dan diuji pada beban arus 3 A. Komunikasi antar-slave dan Gateway Master dilakukan melalui CAN Bus menggunakan modul USBCAN-2C. Data parameter baterai disimpan ke InfluxDB, divisualisasikan melalui Grafana, dan dikelola melalui aplikasi web POLMAN BMS berbasis Django. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengagregasi data dari ketiga pak baterai dengan latency rata-rata 332 ms pada slave utama dan 1.149 ms pada slave subordinat tanpa adanya paket data yang hilang (0% data loss). Fitur active balancing bawaan BMS mencatat penurunan selisih tegangan (ΔV) sebesar 142–223 mV pada kondisi istirahat (rest), namun besaran arus penyeimbangnya belum memadai untuk meredam divergensi tegangan saat operasi aktif berlangsung. Selain itu, metode perhitungan kapasitas energi pada Gateway sangat dipengaruhi oleh fluktuasi sensor arus pada beban kecil, yang menghasilkan margin kesalahan (MAPE) hingga 8,99% saat pengosongan. Penelitian ini memperluas sistem BMS Master-slave sebelumnya menjadi tiga slave terintegrasi, serta memetakan batasan operasional perangkat keras komersial sebagai fondasi pengelolaan baterai skala besar pada kendaraan listrik.
Kata kunci: Battery Management System, arsitektur Master-slave, Lithium Ferro Phosphate, CAN Bus, Gateway
Tidak tersedia versi lain