Printed
Aplikasi Database Pada Mesin Absensi Mahasiswa Berbasis Microsoft Visual Basic 6.0
Mesin absensi digunakan sebagai alat bantu pengabsenan mahasiswa pada masa perkuliahan berlangsung. Alat ini sangat bermanfaat dalam proses evaluasi kehadiran mahasiswa, khususnya untuk bagian kemahasiswaan.
Tujuan utama dibuatnya alat ini adalah untuk membantu proses evaluasi kehadiran mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan data yang akurat, mudah dalam pencarian data, mudah dalam pengolahan data, mudah dalam penyimpanan data dan mudah dalam pencetakan data. Hal tersebut sangat dibutuhkan dalam proses evaluasi kehadiran mahasiswa mengingat kondisi POLMAN yang sangat menjunjung tinggi disiplin waktu.
Program pada mesin absensi ini dibuat dengan menggunakan Program MS. Visual Basic 6.0 sebagai sistem utama program mesin absensi. Sistem utama yang dimaksud yaitu mulai dari input data berupa NIM yang diterima dari hasil pembacaan barcode scanner, pengolahan data meliputi perhitungan keterlambatan; penentuan sanksi; rekapitulasi harian data absensi; rekapitulasi bulanan data absensi dan rekapitulasi semester data absensi sampai output data bulanan atau semester yang dapat dicetak atau diprint. Agar proses penyimpanan data lebih mudah dan efektif maka program yang digunakan yaitu MS. Office Access 97. Untuk proses pencetakan digunakan Program Crystal Report 3.2. Selain sudah tersedia fitur setting form yang akan dicetak dan mempunyai kemampuan dalam pengolahan data, proses pencetakan data pada Program Crystal Report 3.2 dapat dilakukan tanpa harus mengaktifkan program mesin absensi.
Data yang dihasilkan program sudah terbukti akurat. Hal tersebut didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan pada kelas 1AEA, 2AEA dan 3AEA selama 2 minggu (Tanggal 10/07/2006-22/07/206 ), dimana lama keterlambatan mahasiswa yang dicatat tidak hanya dalam satuan waktu jam dan menit saja tetapi sampai satuan detik. Selain itu, tampilan program yang informatif (menampilkan data absensi, lama keterlambatan, status keterlambatan dan sanksi yang didapat) dan penggunaannya yang mudah membuktikan bahwa program absensi yang dibuat memiliki nilai persentase efisiensi dan efektifitas sebesar 89,28%.
Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, terdapat empat kekurangan dari sistem yang harus diperbaiki, yaitu :
a. Hardware yang digunakan masih berbasis barcode, hal tersebut sangat rentan terhadap tindakan absensi yang curang.
b. Sistem yang dibuat hanya untuk evaluasi absen masuk dan pulang kuliah.
c. Operator harus mengaktifkan program setiap hari kerja.
d. Sistem yang dibuat belum meliputi sistem keamanan program.
Tidak tersedia versi lain