Perpustakaan Polman Bandung

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Printed

Perempuan Dalam Sistem Perkawinan dan Perceraian Di Berbagai Komunitas dan Adat

FARIDA, Anik - Nama Orang; ANWAR, Sumarsih - Nama Orang; TUANAYA, A. Malik M Thaha - Nama Orang; SILA, Muh. Adlin - Nama Orang; AHMAD, Haidlor Ali - Nama Orang;

Karena kebebasan yang lebih luas diberikan kepada Sayyid untuk menikah dengan perempuan non-Syarifah, banyak keluhan muncul terutama berasal dari para Syarifah yang tidak memiliki kemungkinan untuk memilih pasangan mereka sendiri dari kelompok sosial lainnya. Banyak Syarifah yang terpaksa memilih antara dua hal yang sama-sama kurang mengenakkan: menjadi perawan tua (taulolo bangko) karena tidak semua Sayyid yang tersedia mau menikah dengan Syarifah, atau mengabaikan tradisi Kafa'ah dengan menikahi lelaki non-Sayyid, dengan resiko dikucilkan dari ikatan keluarga untuk selama-lamanya.
Perbedaan perlakuan yang diperoleh bagi Syarifah menyangkut pada masalah konsep kesopanan atau kepantasan (modesty). Menurut informan Sayyid penulis, modesty ditujukan kepada unsur feminitas, dan Siri' (harga diri, martabat) biasanya dikaitkan dengan maskulinitas. Tetapi, melalui jalur modesty, seorang syarifah dapat meraih atau bahkan meningkatkan martabat dan harga dirinya (Siri'). Pada prakteknya, Syarifah harus mempertahankan Siri' keluarganya dengan secara ketat tanpa tawar menawar mempraktekkan sistem Kafa'ah. Melalui sistem Kafa'ah, seorang Syarifah dapat mempertahankan status sosial mereka, hubungan darah mereka dengan keluarga nabi Muhammad, dan pada saat yang sama dapat meningkatkan kualitas kepribadiannya.
Darah adalah penanda asal-usul dan yang demikian sangat penting bagi identitas masyarakat Sayyid dan perbedaan mereka dengan yang non Sayyid (misalnya: orang Jawi dan Makasar lainnya), yang dianggap sebagai kurang kadar kebangsawanannya. Bagi syarifah, kawin dengan Sayyid berarti mempertahankan hubungan darah suci mereka dengan keluarga Nabi Muhammad, sebaliknya kawin dengan lelaki non-Sayyid mencemari darah mereka, yang akhirnya kesucian mereka pun ternodai.
Kadar keaslian kebangsawanan dipercaya menentukan kualitas moral dan kepribadian. Jadi dengan mempunyai hubungan silsilah dengan Nabi Muhammad, seseorang harus mempraktekkan yang terhormat, karena kehormatan selalu berhubungan dengan kebangsawanan. Jika seseorang gagal memperlihatkan sikap hidup yang terhormat, maka kegagalan tersebut mencemari kualitas moral dan kepribadiannya. Hubungan silsilah dengan Nabi Muhammad ini dipergunakan oleh kalangan Sayyid untuk memformulasikan kehidupan sosialnya dan membuat perbandingan dan evaluasi antara prilaku mereka dengan orang lain.
Dalam tradisi mereka, kalangan Sayyid telah melakukan akulturasi dengan beberapa pranata sosial dan adat istiadat Makassar, seperti sistem penamaan Makassar (gelar Karaeng dan Daeng), konsep Siri' (harga diri atau martabat). Namun satu hal yang masih melekat dalam kehidupan sosial masyarakat Sayyid adalah dalam hal sistem perkawinan. Walaupun mereka sudah mengadopsi tata cara perkawinan suku Makassar, seperti aksesoris, kesenian, pakaian adat, dan masalah mahar, tetapi sistem Kafa'ah tetap mewarnai bahkan mendominasi keseluruhan sistem perkawinan mereka.


Ketersediaan
#
R. Sirkulasi (Rak B - 5.25) 297.6 FAR p
2090874101
Tersedia
#
R. Sirkulasi (Rak B - 5.26) 297.6 FAR p
2090874102
Tersedia
#
R. Sirkulasi (Rak B - 5.27) 297.6 FAR p
2090874103
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.6 FAR p
Penerbit
Jakarta : 1st Book Library., 2007
Deskripsi Fisik
x. 266 hal.; ilus.; index.: 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978 979 9099 44 0
Klasifikasi
297.6
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Agama Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Polman Bandung
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung), senantiasa memberikan pelayanan yang berorientasi terhadap kebermanfaatan bagi seluruh sivitas akademika Polman Bandung.Layanan UPA Perpustakaan bertransformasi mulai dari pelayanan manual, beralih ke proses digitalisasi, dan saat ini sedang menuju ke bentuk pelayanan secara otomatisasi yang melibatkan robot / agent / micro service dan mesin pendukung kekinian. Tidak berhentiĀ  sampai disitu, layanan yang sedang dikembangkan dan disiapkan adalah teknologi self-service, dan layanan yang menyematkan kecerdasan buatan kognitif serta layanan berbasis teknologi immersive.Layanan yang UPA Perpustakaan sediakan selalu melibatkan sains, ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi, desain dan kebijakan manajemen yang berubah secara dinamis mengikuti aturan yang berlaku. Semua kami upayakan untuk memberikan pelayanan yang bermanfaat dan menyenangkan serta mendapatkan pengalaman positif bagi seluruh sivitas akademika Polman Bandung.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?