Printed
Pengujian Tingkat Deformasi Baja ST 37 Carburized Dan Baja S45C Yang Dihardening
Pada era persaingan global seperti sekarang ini, dibutuhkan cara yang tepat untuk bisa mengefisiensi biaya produksi semurah mungkin dengan tetap mempertahankan qualitas dan tidak merubah esensi dari suatu produk yang diinginkan agar produk yang dibuat mampu bersaing di pasar global.
Di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, masih ada beberapa hal yang dapat diefisiensi. Sebagai contoh, dari data yang diperoleh diketahui bahwa di bengkel Polman Bandung khususnya program pendidikan Tool Maker (Jurusan Teknik Manufaktur), pada minggu program ASM (Assembling Moulding) dan APT (Assembling Press Tool), setiap mahasiswa diharuskan membuat satu buah moulding dan satu buah press tool. Pada kedua alat tersebut terdapat beberapa part yang menggunakan material khusus (Mould steel dan Tool steel) yang harus diharden. Material khusus termasuk material yang mahal. Harganya berkisar pada Rp.55.000/Kg. Untuk kedua program tersebut, setiap tahunnya Polman Bandung harus mengeluarkan biaya Rp.26.690.000.
Baja ST37 dengan No.l.0037. DIN En.l.0025 (Mild Steel) dan baja S45C dengan No.l.1730. DIN. C45W3 (Machinery Steel), merupakan jenis baja yang sering digunakan pada konstruksi.Dari segi kandungan karbonnya, material ST37 merupakan baja karbon rendah dengan 0,17% karbon. Sedangkan material S45C merupakan baja dengan kandungan karbon medium yaitu 0,45-0,5%. Kadar karbon baja ST37 dapat ditingkatkan dengan dilakukan proses carburizing pada baja tersebut. sehingga bisa memperbaiki sifat mampu kerasnya agar bisa dihardening kamudian diuji tingkat deformasinya.
Pengujian tingkat deformasi dilakukan untuk melihat seberapa besar tingkat deformasi yang terjadi pada baja ST37 carburized dan melihat seberapa besar penetrasi kekerasan & harga kekerasannya setelah proses hardening. Dalam pengujian ini baja S45C yang telah dihardening (full hardening) dijadikan pembandingnya. Pada pelaksanaanya, pengujian dilakukan terhadap 5pcs material ST37 dan 5pcs material S45C yang mempunyai dimensi yang sama yaitu Ø23 x 250 mm. Setelah pengujian dilakukan, dapat dilihat bahwa tingkat deformasi pada baja ST37 carburized yang dihardening lebih kecil .dibandingkan dengan tingkat deformasi pada baja S45C yang dihardening. Data hasil pengujian menunjukkan bahwa penyimpangan kelurusan (deformasi) terbesar pada baja ST37 adalah 0.52 mm, yang terjadi pada jarak 90mm, yaitu titik ke-7 dari 15 titik pengukuran pada benda uji. Sedangkan penyimpangan kelurusan (deformasi) terbesar pada baja S45C adalah 2,42mm. yang terjadi pada jarak 120 mm, yaitu titik ke-9 dari 15 titik pengukuran pada benda uji. Harga kekerasan maksimal yang dicapai kedua material tersebut sama-sama tinggi, yaitu sebesar 68 HRC.
Jika material Mould Steel dan Tool Steel diganti dengan baja ST37 Carburized yang dihardening harganya akan jauh lebih murah karena harga per kilo-nya hanya Rp.7500. maka dapat mengefisiensikan pengeluaran biaya yang harus dikeluarkan Polman Bandung yaitu menjadi Rp.3.639.600.setiap tahunnya. Artinya Polman Bandung dapat mengefisiensi biaya sebesar 86%.
Tidak tersedia versi lain