uku ini dengan sangat baik menjabarkan posisi Nietzsche dalam konteks kemanusiaan kontemporer yang sangat kompleks, baik dalam bidang filsafat, kritik kultural dan politik pendidikan. Lebih khusus lagi, buku ini menelusuri latar interaksi Nietzsche muda dengan tradisi humanisme, membedah berbagai pemikiran masa lalunya yang sangat mempengaruhi pandangan historisitas tentang kebudayaan, yang pad…
“Dengan tangan kirinya dia menjambak rambutku dan menarik kepalaku dari ranjang. Dengan tangan kanan, dia menampar wajahku begitu keras. Dia menamparku lagi dengan punggung tangannya. ‘Sekarang, apa yang mau kau katakan?’ Aku tak sanggup melawan. Aku berbisik patuh, ‘Terimakasih. Terimakasih, Tuan.’” Batuk terseret pada kegelapan sejak ia berusia sembilan tahun. Ia mesti merel…